June 20, 2024

9 Aplikasi Potensial untuk Teknologi AR dan VR

9 Aplikasi Potensial untuk Teknologi AR dan VR – Augmented and virtual reality — alat digital yang menempatkan gambar di dunia nyata (AR) atau membawa pengguna ke dalam pengalaman digital buatan (VR) — telah menangkap imajinasi dunia konsumen dalam bentuk game Pokémon, lensa Snapchat, headset gaming , dan banyak lagi.

9 Aplikasi Potensial untuk Teknologi AR dan VR

m2research.com – Namun, AR dan VR juga memiliki kegunaan praktis untuk pemerintah kota. Dengan kemampuan menyediakan data secara real time, melibatkan pengguna, dan mensimulasikan pengalaman kehidupan nyata dengan sangat detail, AR dan VR memiliki potensi besar untuk mengubah layanan pemerintah dan interaksi warga. Berikut adalah beberapa kegunaan potensial yang paling menarik.

1. Pemolisian: Dilengkapi dengan sistem AR yang memberikan perincian yang relevan tentang lingkungan, petugas akan lebih siap memasuki situasi berbahaya. Misalnya, saat mendekati sebuah rumah setelah ada laporan tembakan, petugas dapat mengakses data seperti model 3D bangunan, penangkapan sebelumnya di alamat tersebut, dan laporan 311 sebelumnya tentang kondisi berbahaya.

2. Manajemen Darurat: Sama seperti munculnya visualisasi data telah meningkatkan kesadaran situasional selama situasi darurat, AR dapat meningkatkan pengetahuan responden tentang lingkungan mereka untuk menyelamatkan warga yang membutuhkan.

Baca Juga : 10 Kasus Penggunaan AR Dan VR Teratas Untuk Perusahaan Metaverse 

Penduduk dapat memplot lokasi mereka pada peta interaktif yang dibagikan kepada responden, yang kemudian akan menunjukkan kepada pekerja EMS rute penyelamatan teraman dan mengidentifikasi area berbahaya.

3. Manajemen Aset dan Pekerjaan Umum: Berbekal pajangan yang menyoroti kondisi aset kota dan adanya kondisi berbahaya, pekerja DPW dapat menyelesaikan proyek perbaikan dan konstruksi dengan lebih efisien dan aman. Pengetahuan tentang lingkungan mereka — misalnya, bahwa langit-langit belum diganti sejak tahun 1980 dan mungkin mengandung asbes — sangat penting untuk keselamatan pekerja.

4. Layanan Digital: Alih-alih memaksa penghuni untuk mengisi formulir digital statis untuk menerima layanan, AR dan VR dapat memberikan pengalaman interaktif yang memandu pengguna melalui proses aplikasi.

Penerapan teknologi semacam ini akan mengurangi kesalahan yang dilakukan oleh penduduk, memastikan mereka mendapatkan layanan lebih cepat, dan menciptakan interaksi pemerintah-warga yang lebih menyenangkan.

5. Budaya dan Pariwisata: Dengan memberikan citra tambahan dan detail sejarah atau budaya, AR memiliki kemampuan untuk mengubah pengalaman pengunjung dengan landmark kota. Kota Cluny di Prancis telah memasang layar augmented reality di seluruh biara bersejarahnya untuk menggambarkan seperti apa komunitas itu di Abad Pertengahan, dan kota-kota lain dapat mengejar teknologi serupa untuk menyoroti masa lalu bersejarah mereka.

6. Layanan Kesehatan Mental: Penelitian terbaru menunjukkan bahwa AR dan VR memiliki potensi besar untuk mengatasi masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan PTSD, menciptakan peluang bagi pengguna untuk menghadapi ketakutan mereka dalam terapi pemaparan.

Dan, simulasi VR juga dapat membantu residen dengan wawancara kerja praktik PTSD, belajar mengelola gejala mereka di lingkungan dengan tekanan tinggi. Dengan melengkapi pekerja sosial dengan alat ini, kota dapat meningkatkan perawatan kesehatan mental mereka.

7. Pendidikan: Augmented reality dan virtual memiliki potensi untuk membawa lebih banyak siswa ke dalam kelas dan menciptakan pengalaman kelas yang lebih menarik dan menyenangkan. Dengan menggunakan VR, siswa di fasilitas perawatan kesehatan atau daerah pedesaan terbelakang dapat berpartisipasi di kelas secara virtual dengan cara yang jauh lebih lengkap dan kaya daripada di kelas online tradisional.

Dengan menggunakan AR dan VR, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang imersif, memungkinkan siswa menjelajahi dasar laut atau bagian dunia yang asing. Dengan mendanai jenis teknologi ini di sekolah umum, kota dapat menjadikan sekolah lebih inklusif dan menarik.

8. Perencanaan Kota: Dengan membuat model AR dan VR dari proyek konstruksi baru, kota dapat lebih memahami bagaimana pekerjaan baru akan sesuai dengan lanskap perkotaan yang ada dan berpotensi meningkatkan minat investor. Dengan membuat model ini tersedia untuk penduduk dan bisnis lokal, kota juga dapat memperoleh umpan balik tentang rencana mereka.

9. Pelatihan: Dengan kapasitas untuk menciptakan kembali pengalaman dunia nyata dalam detail tingkat tinggi, augmented reality dan virtual dapat merevolusi pelatihan untuk pegawai kota di area sebelumnya. Yang sangat berharga adalah kemampuan untuk mensimulasikan situasi yang terlalu berbahaya atau sulit untuk diciptakan kembali dalam kehidupan nyata.

Bayangkan petugas polisi yang mempraktikkan penggerebekan narkoba virtual, petugas tanggap darurat yang mempraktikkan penyelamatan lansia atau penduduk yang tidak dapat bergerak, atau pekerja DPW yang mensimulasikan respons terhadap cedera di tempat kerja. Program pelatihan AR dan VR dapat memaparkan karyawan pada situasi yang realistis dan beragam, mempersiapkan mereka untuk variabel apa pun yang mungkin mereka temui.

Dalam banyak kasus, teknologi untuk mencapai tujuan ini sudah ada atau sedang dalam pengembangan, artinya kota dapat mulai menerapkan alat ini sekarang. Namun, penting bagi kota untuk memikirkan dengan hati-hati tentang kasus penggunaan praktis sebelum mengejar teknologi AR atau VR yang mahal yang pada akhirnya tidak memberikan nilai bagi penduduk.